Posts Tagged ‘architecture’

basilica

Basilica: The Splendor and the Scandal: Building St. Peter'sBasilica: The Splendor and the Scandal: Building St. Peter’s by R.A. Scotti

My rating: 3 of 5 stars

buku ini mau mengisahkan pembangunan [kembali] basilika st.petrus setelah lembaga kepausan pindah ke roma dari avignon di abad ke-15. basilika pertama yang dibangun oleh kaisar konstatin dibangun ulang dan dipulihkan kemegahannya sebagaimana orang di abad ke-15 itu membayangkannya.

dari jaman ke jaman, basilika st. petrus ditafsir ulang dan secara akumulatif dibikin semakin megah. para arsitek di tiap jaman dalam menangani pembangunan ulang basilika ini selalu berhadapan dengan kontinuitas dan diskontinuitas: ada yang tetap dipertahankan tapi ada yang diperbaiki dan dibawa maju.

buku ini mencoba bercerita luar dalam.

segi-segi fisik basilikanya sendiri maupun peristiwa-peristiwa historik yang berlangsung di dalamnya. bagaimana pun, arsitektur bukan melulu wadah, namun juga “kulit luar” dari apa yang ada di dalamnya.

memang buku ini memberi informasi rinci seperti yang dibutuhkan oleh peneliti arsitektur, karena buku ini memilih untuk menyajikan basilika secara menyeluruh, lahir batin, segi fisik mau pun non-fisiknya.

enteng berisi deh…

View all my reviews

urigo iseki: the yayoi settlement

detail of  touching the ground roof

detail of touching the ground roof,
originally uploaded by lihatlah.

It was during the Yayoi period that rice cultivation first became established on any significant scale, particularly in paddies and particularly in the south and west of the country, and this clearly reflected the cultural preferences of the newcomers. It was to become a cultural foundation for subsequent Japanese through to the present.

It also brought about far more permanent settlement, giving rise to greater territorial identification and – particularly as the population grew to around two million – the need to defend and expand boundaries. This led in turn to increased fighting, in which those who possessed metal weapons – in addition to the ability to muster warrior forces – had their status further strengthened. And of course, increasing warfare between tribes led to inter-tribal ranking in terms of winners and losers.

Asahi in Aichi Prefecture, is the largest Yayoi settlement yet found, covering almost 200 acres as opposed to the 5–70 acres of the typical settlement.

[this information was taken from A HISTORY OF JAPAN: FROM STONE AGE TO SUPER POWER 2nd edition, by: KENNETH G. HENSHALL, Palgrave Macmillan; Version 2]

links below are given by ookawa-san:

http://www.virtualtourist.com/travel/Asia/Japan/Toro_iseki-969058/TravelGuide-Toro_iseki.html

http://web-japan.org/kidsweb/virtual/house/house02.html

 

layang balewarna

LAYANG BALEWARNA
amratelakake kahananne bale
pomahanne wong cilik ing tanah jawa,
lan nununtun amurih raharjaning
omah-omah.
anggitanne
mas sasra sudirja.
mantri guru ing pamulangan ongka II
ing
kertek

SURAT BALEWARNA
menguraikan keadaan rumah orang biasa di tanah jawa,
dan memberi petunjuk menuju kesejahteraan rumah tangga.
ditulis oleh
mas sasra sudirja
mantri guru di perguruan “angka loro”
di
kertek

surat ini pernah diulas oleh prof.josef prijotomo [ITS] di berbagai kesempatan. suatu gejala baru tentang bagaimana media cetak dilibatkan dalam penyebarluasan ideologi arsitektur modern -[bersih, sehat, terang, hemat bahan] serta kritik yang ditujukan pada keadaan omah tradisional orang jawa kebanyakan.

artikel lengkap LAYANG BALEWARNA yang saya punya tertulis dalam aksara jawa. terbitan balai pustaka, weltevreden, 1919.

modernisasi rumah pribumi.
yaitu suatu pandangan baru terhadap lingkungan binaan. pandangan ini diformulasikan dan disebarkan melalui media dan pengajaran. karena itu bisa dimaklumi bila ketika “pengajaran pada bumi putra” digalakkan semasa politik etis [1901] dan ketika ada undang2 pers [persreglement 1854] dimaklumkan, maka tradisi membangun lokal berhadapan dengan paham baru yg disiarkan di sekolah2 dan bacaan.
sekitar tahun-tahun itu,
terusan suez dibuka [1869] shg koneksi belanda-indonesia jadi mudah. banyak insinyur berdatangan, dan banyak bahan baru didatangkan. ini pun ikut mengubah wujud dan teknik membangun rumah.

gaya hidup diubah oleh media massa [informasi] dan kemudahan transportasi barang2/bahan2 baru tadi. ada 50 lebih majalah beredar di indonesia di awal abad 20. menawarkan berbagai gambar dan foto rumah2, busana, peralatan sehari2 di luar negeri.
jadi, faktor pengubahnya bukan personal atau individu, tapi sistemik, yakni informasi dan transportasi.
dua kekuatan ini terus bekerja -baik dulu maupun kini- dalam mengubah hunian dan lingkungan binaan kita.
ini yang sedang menarik saya. dengan kekuatan non-personal, lebih khusus: media, dalam merumuskan, membentuk dan menyebarluaskan perubahan.
pada hemat saya, sejarah [arsitektur] harus lebih mengamati dinamika ini.
penulisan sejarah bukan hanya bergulat pada deskripsi peristiwa masa lalu tapi lebih penting adalah menjelaskan kekuatan YANG SEDANG BEKERJA di tengah-tengah kita, masa kini.

tentang pak mantri guru,
jelas beliau bukan tukang.
beliau adalah guru.
tapi, guru di masa itu memiliki peran strategis. dialah yang “menerangi” pikiran pribumi dan membawanya ke pencerahan. pencerahan ke mana?
tentu saja ke barat.
ada bukti2 identifikasi pencerahan akal budi ini dengan westernisasi atau modernisasi. lihatlah gambar berikut: dewi europa membimbing ratu pambayun melangkah ke tangga pencerahan lewat tindakan membaca. judul gambar itu: djalan ke barat.

inilah jalan masuk bagi perubahan arsitektur di tanah air: yakni lewat pikiran. kalau kita baca layang balewarna tadi, maka kategori2 utk mengatakan suatu rumah itu baik, adalah bila sehat, bersih, terang, rapih [segala hal terletak pada tempatnya]…

tentu saja, rumah tradisional pribumi dinilai minus semua….

apakah arsitektur indonesia berubah hanya gara-gara buku kecil dari mantri guru sasra sudirja?
tentu saja tidak.
di tahun itu, ada buanyaak… orang dan institusi yang menyuarakan hal yang kurang lebih sama. saya sedang melacak sebisanya, gagasan dan institusi yang berperan dalam upaya transformatif ini.

theoretical insight

hari ini saya melihat buku mengenai architecture and authority in japan di meja peserta workshop. buku itu ternyata bisa saya dapatkan ebooknya di internet. yang diulas buku itu adalah mengenai hubungan antara masa pemerintahan seseorang dengan arsitektur yg dibangunnya atau yang terpegaruh olehnya. apa keputusan yg diambil oleh pemerintah pada suatu masa yg berhubungan dengan pembangunan, pengadaan bahan baru, langgam baru, pengubahan dan pembongkaran kawasan tertentu. ini cara memandang kekuasaan secara konvensional dimana kekuasaan atau di sini authority diidentikkan dengan kekuasaan pejabat pemerintahan.

di meja itu saya juga melihat buku lama earthquake nation, buku yang menarik, karena [lagi-lagi] menjelaskan bagaimana produksi arsitektur dipengaruhi oleh hal-hal di luarnya.

bagaimana dengan tajuk penelitian saya sendiri?
bagaimana dengan media?

saya dapat insight karena melihat buku baru.
kayaknya, saya memang perlu melihat buku lain lagi, atau film, atau apalagi yg bisa membantu memberi insight…
yang saya cari memang itu INSIGHT, atau TEORI yang merajut ini semua, mengembangkan ke arah horizon yang baru… di tengah kemacetan ini.