Posts Tagged ‘bungkus’

bungkus dan identitas

meski pun bahan yang digunakan sama, namun bila disajikan dalam bungkus yang berbeda-beda, nama makanan itu pun berbeda pula. bukan hanya namanya, namun juga rasanya. juga lauk-pauk. atau kudapan lain yang biasa menyertainya  pun tidak sama. masing-masing makanan ini membawa juga konteksnya sendiri.

dalam kasus ini, masing-masing makanan mendapatkan identitasnya dari bungkus yang mengemasnya.
apakah kasus ditetapkannya identitas oleh bungkus ini bisa diperluas untuk persoalan kultural seumumnya juga?

[lagi-lagi] bungkus

identitas ditentukan oleh pembungkusnya.
itu nyata dalam kasus makanan-makanan di atas. meski berbahan dasar sama: nasi atau ketan, tapi masing-masing menyandang nama-nama berbeda berhubung perbedaan pembungkusnya.
entah itu berbeda dalam CARA membungkus, entah berbeda BAHAN pembungkusnya.
lontong dan ketupat adalah nasi yang dibungkus oleh bahan dan teknik membungkus yang berbeda. yang pertama oleh daun pisang dan digulung sehingga berbentuk gilig, sedangkan yang kedua adalah nasi yang dibungkus daun kelapa [janur] dengan anyaman yang bersilang-silang saling mengencangkan.
bila demikian halnya, bila bahwa suatu identitas bisa ditentukan oleh bagaimana pembungkusnya diproduksi, maka kita bisa bercerita riwayat suatu wadah [arsitektur, misalnya] dari sudut ini.
kita bisa bercerita mengenai riwayat arsitektur kayu, atau arsitektur anyaman, atau arsitektur rangka, arsitektur tenda, atau arsitektur bambu… di jawa, di sunda, di batak toba, di nias selatan, di sa’dan toraja… dsb.
jadi, kita bercerita dari perspektif tektonik suatu karya bangunan.
cara orang sunda menangani bambu berbeda dengan orang toraja, beda pula dengan orang nias. orang sumba, orang toraja dan orang nias yang sama-sama menangani kayu ukuran besar, menghasilkan arsitektur yang berbeda yang bisa kita pelajari dalam perbandingannya.

produksi bungkus, baik teknik, bahan maupun alatnya, bisa produktif juga menghasilkan pengetahuan baru dalam perkembangan arsitektur. itu untuk yang minatnya pada pengetahuan, lha untuk yang minatnya ke makanan… apa pun bungkusnya, yang penting isinya bisa dimakan! he.he..