Posts Tagged ‘calendar’

21-12-2012

hari ini dijadwalkan kiamat.
kata orang-orang yang memanfaatkan kelender MAYA.
orang maya sendiri gak mikirin itu, tapi orang-orang kemudian yang menemukannya lalu bikin ramalan bahwa hari ini, tanggal 21 desember 2012, adalah kiamat. kehancuran dunia.

tapi cuaca pagi tadi bagus sekali.
langit jernih.
hanya sekitar pukul 07:00 awan hitam bergerak dari tenggara yogya dan kemudian menyebar rata dan menjatuhkan gerimisnya. hingga sekarang, gerimis itu masih terasa.

mengapa orang-orang itu memanfaatkan kalender maya? untuk apa?

ada anggapan umum bahwa dunia yang indah ini akan berakhir. dan berakhirnya dengan cara merusakkannya. keindahan itu hendak diakhiri dengan kerusakan untuk dibangun lagi yang lebih indah. entah mengapa banyak bangsa menyusun kisah kerusakan-pembangunan yang siklis seperti ini. kisah-kisah itu kemudian diabadikan dalam kitab-kitab yang mereka sucikan.

ada sementara orang yang menganggap bahwa dunia ini punya awal dan akhir. ada penciptaan dan ada pemusnahan.
dan hari pemusnahan itu penting ditetapkan dan diberikan tanda-tandanya, agar orang-orang mau mengatur dan menata hidupnya.
penetapan hari akhir itu semacam alat untuk menakut-nakuti orang agar hidupnya mau diatur, oleh aturan yang dikatakan berasal dari instansi mutlak yang disebut tuhan.

agaknya, merekalah yang memanfaatkan kalender maya itu. merekalah, para penganut agama yang punya ide tentang hari pemusnahan itu, yang mulai cemas dengan perkembangan dunia dan lalu mengajak untuk menatanya.
tentu yang selaras dengan pandangannya.

langit di luar masih mendung tipis.
hujan merata.
hari kiamat -menurut maya- ternyata aman-aman saja, tidak ada kerusakan apa-apa.

selamat di hari kiamat!

experiencing “time”

tempat ini masih seperti dulu.. hanya aromanyalah yang menunjukkan berjalannya waktu…

kamar saya ini sudah saya tinggalkan sebulan lalu. tapi kata “sebulan” sebagai penunjuk waktu di situ tidak terasa sama sekali bila cuma dibaca. tidak terasakan lama atau sebentarnya. sebagai penunjuk waktu, ia benar-benar cuma penunjuk, tidak menghadirkan pengalaman lama atau sebentar itu.

yang terasa benar bagi saya ketika hadir kembali di kamar ini adalah bau apegnya. bau apeg adalah bau yang muncul bila pakaian atau bahan-bahan yang terbuat dari kain itu dibiarkan lama dalam kelembaban. bau yang sama ketika kita menyimpan pakaian-pakaian di lemari yang tanpa pewangi atau pengusir kelembaban.

oleh kalender, saya ditunjukkan bahwa sudah 35 hari saya meninggalkan kamar ini. tapi angka 35 itu baru “terasa” setelah hidung membaui bau apegnya. rupanya, waktu adalah perkara “penghayatan” atau “pengalaman”, bukan melulu penunjukan visual oleh angka di kalender.