Posts Tagged ‘fpi’

media, lokasi baru sengketa

rasanya kok ini adalah atraksi bikin-bikinan, agar indonesia rame.

agar rame, setelah FPI bikin kekasaran di mana-mana, dibikinlah aksi tandingan yang bernama “indonesia tanpa FPI”.
dan agar ada konflik horizontal, maka ketika demo “indonesia tanpa FPI” berlangsung, dibuatlah seolah ada yang tidak setuju dengan demo itu yang merebut spandoek. lihatlah bagaimana pemuda bertopi [yang nanti akan merebut spandoek itu] menganggukkan kepala seolah memahami kode yang diberikan kepadanya, pada detik ke 0:10.
ia menganggukkan kepala pada seseorang di samping [atau malah] fotografernya sendiri.

bagi saya, insiden ini adalah suatu pertunjukan lewat media massa. sudah diatur dan ada yang ngatur.

media, menjadi lokasi baru bagi penciptaan isu, penciptaan citra dan opini massa, karena masyarakat kita sekarang lebih sering di muka kaca tivi dan internet!

FPI dan petinggi negri

riwayat munculnya FPI sebagaimana dikisahkan oleh tweets imanbr, hari ini.

Biografi Noegroho Djayoesman ( Pelindung FPI ) bekas Kapolda Jakarta ‘ Meniti Gelombang Reformasi ‘ : Saya bukan jenderal Taliban

Nugroho Djayoesman : Betapapun sepak terjang meresahkan masyarakat, organisasi FPI semestinya dirangkul –> Salah rangkul malah dpentung

Sebenarnya tanya Wiranto, Kivlan Zen dan Nugroho Djayoesman bagaimana dulu mereka membentuk Pam Swakarsa yg jadi cikal bakal FPI

FPI dekat sekali dg petinggi militer & kepolisian. Ini tak terlepas dari proses pembentukan Pam Swakarsa – Massa pendukung SI MPR 1998

Setelah menguasai ABRi dan TNI – AD, Jend Wiranto tak berdaya menahan desakan untuk mengganti pemerintahan BJ Habibie

Buku “ Konflik dan Integrasi AD “ yang ditulisnya sendiri. Kivlan Zen diminta Wiranto mengumpulkan, mengerahkan massa pendukung SI – MPR

Wiranto mengganggap Jendral ini bisa merebut MPR / DPR yg dikuasai massa pada bulan Mei 1998.“ Ini perintah Presiden Habibie “ kata Wiranto.

Untuk pendanaan ia diminta berhubungan dg Setiawan Djodi & Jimly Asshidiqie saat itu jadi staff Habibie.. Sore itu dana diberikan oleh Djodi

Kivlan Zen sendiri mengganggap masih ada uang dia pribadi yang terpakai utk penggalangan ini. Tidak diganti oleh Wiranto

FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 Ciputat, dihadiri petinggi miiter termasuk Kapolda Jakarta Nugroho Djayoesman

4 November 1998. Rapat dg pimpinan ormas Islam termasuk FPI. Kepada Kivlan Zen mereka janji  kerahkan tambahan massa 30.000 orang

Tambahan massa ini untuk membantu ABRI yang menjaga SI MPR. Diharapkan bisa menaikan moral tentara yg haru sberhadapan dgn rakyat

Massa pendukung ini direncanakan berhadapan langsung dgmahasiswa/rakyat. Jika ada perselisihan maka aparat datang seolah olah melerai

Massa pendukung bikin apel di parkir timur dipimpin Panglima Divisi Kiblat ( Komite Islam Bersatu Penyelamat Konstitusi ), Daud Poliraja

Pada pertemuan di rumah Wiranto 9 Nov 1998. Hadir juga Kapolda Nugroho Djayoesman, Pangdam Jaya Jaja Suparman, dan Kivlan Zen

Disepakati PamSwa berhdapan dg massa, jika terjepit pasukan Kodam bantu. Prakteknya Pam Swakarsa di gebukin Marinir,  mereka tdk diberitahu

Selama SI MPR kerap terjadi bentrokan antara Kiblat – kelak oleh Nugroho Djayoesman dirubah namanya menjadi Pam Swakarsa – dg masa mahasiswa

Setelah SI MPR berakhir. Presiden baru KH Abdurahman Wahid meminta laskar ini membubarkan diri dan pulang ke rumahnya masing masing

Beberapa yang tinggal dan terutama dari daerah Banten dan sekitar Jabotabek melebur ke dalam laskar laskar seperti FPI, atau  FBR

Agak susah membantah kedekatan FPI dg petinggi militer &Polisi. Kalau melihat bagaimana mereka para jenderal jadi bidan kelahiran mereka

Pada awal pembentukan FPI,  Habib Rizieq berbicara tentang penggalangan potensi kekuatan umat untuk menggusur masyarakat sekuler

Laskar FPI pernah menyerbu kantor Komnas HAM saat itu, menolak pemeriksaan thd Wiranto ttg keterlibatannya dalam bumi hangus Timor Timur.

Jadi antara Mei 1998 sampai Agustus 1998. Nugroho Dayoesman bolak balik meminta habib habib, mubalig utk menjadi patron organisasi

FPI pun berdiri dg tujuan menegakkan hukum Islam  di RI , 4 bulan setelah jatuhnya orde baru yg sama sekali tak mentolerir kegiatan itu

Brigjend Saleh Saaf Kepala Dinas Penerangan Polri saat itu : Waktu itu mereka ( FPI ) diarahkan bekerjasama dengan Polri

Jika ditarik sebelumnya, bisik bisik kedekatan kelompok Islam fundamentalis dg elite militer seperti Prabowo. Tapi tdk ada yg bisa buktikan

Yang jelas Kivlan Zen adalah Panglima Divisi Kostrad pada masa Prabowo Subianto menjadi Panglima Kostrad

Ada yang bilang setelah Prabowo jatuh. Kelompok ini didekati oleh Wiranto dan Jendral jendral penguasa baru. Jadi cikal bakal FPI

Kenapa Kivlan Zen memilih Banten selain etnis Betawi sekitar Jabodetabek sebagai pemasok laskar FPI pada awal awalnya

Sejarah mencatat gerakan Islam radikal tumbuh di Banten. Majalah De Gids ( tahun 1933 ) sdh menulis tentang fanatisme agama di Banten

Snouck Hurgronye menulis fanatisme agama di Banten. “ disana banyak perkumpulan tarekat mistik, dipimpin haji berpakaian putih & bersorban “

Pemberontakan Haji Wasid di Banten 1888 memang mengerikan. Bnyak penduduk pribumi terbunuh karena dianggap tidak memilih cara hidup Islami.

RT @rendranila: Banten 1998 adalah pemasok utama PAMSWAKRSA melalui tokohnya H.Chasan Shohib tak lain adlh ayah Gub Banten

Dlm upacara pendirian FPI di Pesantren Al Um, Ciputat, 17-8-1998. Riziq berpidato mewujudkan mimpi2 negara Islam. Petinggi militer diam saja

Kalo @imanbr ulas keterkaitan FPI dan Jendral,sy percaya,dia kan anak tentara juga,pst tau lah..

Membaca TL @imanbr sambil membaca tulisan di spanduk “….. Takkan berkhianat, Hidup mati bersama rakyat” 🙂

selain ini, bisa juga ikuti kultwit @novri75 “tentang FPI” di sini

doa untuk fpi

ya Tuhan,
masukkanlah seluruh anggota fpi ke surga,
sekarang juga

seorang teman di facebook menuliskan doa ini di statusnya hari ini.

keganasan orang beriman

indonesia barusan digegerkan oleh pembantaian keji oleh orang-orang anggota forum pembela islam [FPI] terhadap jemaah ahmadiyah di cikeusik, banten.
belum habis keheranan itu, mendadak pula orang-orang yang berasas sama menyerbu dan merusak dan membakar tiga buah gereja di temanggung, jawa tengah.
protes merebak di mana-mana.
vatican pun diberi laporan mengenai kekejian ini. juga negara-negara eropa dan amerika pun mengutuknya.

tentu ini bikin malu kita sebagai sebuah bangsa.

saya rasa ada benarnya mengatakan FPI itu orang-orangnya lugu. mereka hanyalah melaksanakan dengan sungguh dan patuh apa yang buat mereka pantas dikerjakan.
yang bermasalah adalah ajaran mereka yang anti-toleransi itu.. kayaknya kok itu virusnya, yang gak akan hilang dengan cuma membubarkan organisasinya. kelak akan hidup lagi dengan pemeran baru, nama baru. di tempat baru… misalnya dengan nama FPK [forum pembela kristen] yg dilakukan oleh orang2 kristen fanatik…

mereka ini lugu. patuh tanpa reserve pada ajarannya. mereka perlu dihukum tapi tidak bisa balas dibunuh. justru harus kita sayangi karena kelemahan mereka shg gak bisa berpikir jernih dan menimbang dengan nurani.
dengan kata lain, mereka ini “tidak tahu dengan apa yang mereka perbuat”. kita pantas mendoakan mereka karena ketidaktahuan mereka ini.
sedangkan kalau kita membalas mereka dengan membantainya, maka virus itu sudah jelas berpindah ke diri kita. kita sekarang yang jadi aktor pengganti mereka. kalah atau menang, kita sudah jadi hamba virus kekerasan ini.
karena itu, rasanya memang para pemimpin umat harus mengganti ajarannya dengan yang lebih manusiawi… manusia itu kesayangan tuhan kok.
juga para pembantai itu pun tuhan sayangi, cumak sayangnya mereka ini gak tahu kalo sedang dipakai roh jahat menjalankan aksi… dalam ketulusan mereka menjalankan ajaran agama, di saat yang sama ia jadi kendaraan penghuni neraka.
karena ketidaktahuan!
begitu banyak orang2 tulus beragama yang sekaligus keji pada sesama. di agama apa pun.

membubarkan organisasi ini?

sebentar lagi juga akan dibubarkan oleh yang bikin. karena terlalu riskan meneruskannya. tinggal 2 tahun lagi. dan dunia sudah mengutuk. lagi pula, kalau dibubarkan, mereka tidak bisa diusut atau dimintai pertanggungjawabannya.
si pembikin dan si pelakunya aman.
tapi persoalannya belum hilang. virus kebencian itu sudah menyebar di tingkat akar rumput. kali lain nanti, kalau yang sekarang jadi kurban itu cukup kuat, mereka akan membalas dendam. juga secara ngawur pada bangunan atau orang2 yang mereka anggap “sejenis” degan musuh mereka.
yang lestari adalah kerusakan terus menerus bangsa kita…
gigi kalau dibalas dengan gigi begitulah jadinya.
betapa benarnya ungkapan “kalau elo ditabok pipi kiri, kasih gih pipi loe yang kanan”…