Posts Tagged ‘japan’

menerbangkan benda yang gak jelas

bila kemaren ulil mendapat kiriman bom yang dibungkus sebagai kiriman buku, maka kemaren pula saya memulai baca buku murakami haruki tentang bungkusan yang gak jelas apa isinya.

judul cerpen pertama dalam buku ini adalah UFO DI KUSHINO.
wong mau menulis kisah tentang jepang pasca gempa kobe 1995 kok malah bicara tentang UFO?

ini kisah seorang lelaki yang ditinggal pergi istrinya seusai gempa di kobe.
si istri setelah kejadian gempa seperti kehilangan dirinya, kerjaannya tiap hari hanyalah menonton tivi dengan mengganti-ganti channel dengan tatapan mata kosong. walau pun kehidupan mereka normal, namun kemudian si istri memilih pulang ke rumah orangtuanya, meninggalkan sepucuk surat pada suaminya yang ditinggal bengong sepulang kerja.

dalam dirimu sudah tidak ada apa-apanya, dia tulis begitu dalam surat pendeknya.

istri yang gak cantik-cantik amat ini [pendek, omongannya gak mutu, dsb] meninggalkan suami di rumah bersama barang-barang yang sisa. hampir semua barang dibawa pergi oleh si istri pulang. si suami ditinggal di rumah yang nyaris “kosong”.

ketika mendapatkan tawaran kesempatan liburan ke daerah dingin di hokkaido di bulan februari oleh bossnya, si boss menitipkan sebungkus barang yang harus disampaikan ke saudaranya di hokkaido sana. benda itu dibawanya terbang ke sana.

di hokkaido yang dingin di bulan februari, ia mendapatkan teman cewek “berani” yang dengannya ia menghabiskan waktu-waktu liburannya. dari hubungan intim mereka berdua kita [pembaca] bisa mendugai apa peran UFO di sini.

pasca gempa dahsyat di kobe 1995, banyak keluarga jepang kehilangan segala-galanya. kosong rumahnya dan kosong pula hatinya. kekosongan hati si istri, yang pulang ke rumah asal dengan mengosongkan rumahnya sendiri. kekosongan hati suami yang menghabiskan waktu libur sembari membawa terbang “benda entah apa pula” yang hingga akhir cerita juga tidak dibuka apa isinya, kita bisa membayangkan dahsyatnya gempa… yang mampu mengosongkan hati orang-orangnya!

UFO, benda terbang yang gak jelas apa itu, pada hemat saya, memang harus menjadi judul cerpen ini. ia terpilih untuk mewakili kekosongan¬†ini semua…

keren dah… ini adalah kisah atau riwayat lahir dan berkembangnya “kekosongan” dalam diri para kurban gempa. gempa bukan hanya menghilangkan benda-benda, namun juga membuat bagian penting dalam diri manusia ikut tiada…

ini bukan kisah peristiwa-peristiwa yang berupa deskripsi tindakan-tindakan manusia, tapi kisah tentang muncul dan berkembangnya suatu ide, konsep, “notion” tentang apa itu kosong.

berani berharap di masa sengsara

menurut kalender gerejawi, hari-hari ini berada dalam minggu sengsara pertama.
di saat yang sama, kami dicekam oleh berita dari media mengenai radiasi nuklir yang disebarkan dari reaktor yang bocor di fukushima.

ini adalah “minggu-minggu sengsara” yg mendalam bagi kami di sini. semoga kami masih diberi kesempatan merayakan “kebangkitan” bersama mekarnya bunga-bunga sakura di taman-taman kota…
kami mohon…

ini bukan lagi masa sengsara dalam arti simbolik agamawi, namun masa sengsara yang nyata bagi kami. memang bukan sengsara dalam arti langsung mengenai tubuh, namun masa sengsara dalam arti prihatin terhadap perkembangan yang memburuk di lokasi bencana.

pikiran kami mengikuti perkembangan berita.
bila menerima berita bagus, kami bersuka.
bila menerima berita dua, kami pun ikut berduka.

orang-orang jepang tidak memperlihatkan reaksi yang ekstrim panik berkenaan dengan perkembangan ini. meski mereka tidak bisa menyembunyikan kegelisahan ketika di mana-mana terlihat mereka mengikuti perkembangan berita dari NHK.

di beberapa kota sudah ada gejala berkurangnya pasokan bahan-bahan pokok. bahkan di region kansai yang jauh di barat selatan pun [kobe, kyoto dan osaka] hampir semua department store kehabisan beras, air, ramen dan makanan kaleng. juga di toyohashi, department store JUSCO juga dilaporkan teman kehabisan komoditas tadi. menurut cerita versi teman saya yang sudah lama tinggal di osaka, berkurangnya pasokan itu bukan karena pembelian dari konsumen tapi memang pasokannya dikurangi pemerintah untuk disalurkan ke daerah bencana. meski pun saya tidak terlalu percaya, tapi semoga itu benar.

tadi pagi seorang jepang yang sedang tinggal di jawa, menuliskan di status facebooknya:

semoga semua orang di jepang akan bisa nikmati bunga SAKURA pada april nanti…seperti tahun kemaren.

suatu pernyataan yang mengandung harapan dan kepercayaan, yang membuat saya ingin menuliskannya di sini juga.

berani untuk berharap!

mata kita tertuju ke fukushima

di luar pasti dingin sekali, nampak dari embun jendela kaca di sisi dalamnya.

di tivi NHK diberitakan bahwa kaisar akihito menyampaikan kecemasannya yang mendalam bila mengikuti perkembangan mutakhir. diberitakan beliau akan menyingkir ke istana kyoto dalam waktu tidak lama lagi. hal yang luar biasa, mungkin bukan kehendak beliau sendiri yang dikenal sebagai kaisar jepang yang dekat dengan rakyat ini.

hari demi hari makin banyak kurban. proses pendinginan reaktor dengan mengguyur air yang diterbangkan helikopter diurungkan karena takut akan radiasi..
sementara itu ada 50 orang petugas mempertaruhkan nyawanya untuk keselamatan bangsa.

di dalam bencana, mereka masih mampu mendemonstrasikan betapa berharganya nilai manusia.

peristiwa bencana ini diliput besar-besaran oleh media-masa sedunia. semua mata menyaksikan kebesaran jiwa bangsa jepang. semangat yang meski pun dengan diam, tidak menyerah, bahkan mempertaruhkan nyawanya.

di luar pasti dingin sekali, seperti halnya di fukushima yang terempas gempa dan tsunami masih dihujani salju dini hari.
mata hati kita semua sedang tertuju ke fukushima.

1 2 3 4 6