memahami tubuh

Ragawidya: Religiositas Hal-hal Sehari-hariRagawidya: Religiositas Hal-hal Sehari-hari by Y.B. Mangunwijaya

My rating: 4 of 5 stars

buku ini ditulis ketika fenomenologi sedang marak. ketika tubuh dan jiwa dipersoalkan pemisahannya. dalam pemikiran fenomenologis, manusia adalah tubuh-jiwa, jiwa yang menubuh, bukan tubuh sebagai wadah yang diisi oleh jiwa.
dalam buku ini rama mangun melakukan apresiasi pada berbagai gerak dan sikap tubuh manusia. memahaminya dengan penuh kedalaman sehingga tubuh yang wadag dan terikat pada waktu itu menampakkan hakikat ruhaninya.
kesadaran untuk melakukan penghargaan pada tubuh secara fenomenologis ini menyadarkan bahwa di dalam lingkungan kebudayaan jawa maupun alkitab pun orang sudah memandang demikian.
sehingga jadilah buku ini -yang ditulis oleh orang yang mendalami teologi katolik dan sekaligus orang jawa- membuat hal-hal sehari-hari jadi amat berarti: yang sakral bersemayam di tengah-tengah kita!

burung-burung manyar

Burung-Burung Manyar
ini cara rama mangun mengisahkan babak peralihan.
berada dalam babak peralihan, kemungkinan yang terjadi adalah percampuran identitas di sana sini, di kedua belah pihak. pinjam-meminjam, tukar menukar peran, tukar-menukar posisi.
demikianlah maka sekujur novel yang mengambil setting peralihan antara belum dan sudah merdekanya indonesia ini penuh dengan pertukaran identitas tadi.
ada orang belanda tapi pro indonesia. dan sebaliknya, ada orang indonesia tapi pro belanda. demikian pula identitas karakter dalam wayang [suatu semesta simbolik yang dikenal oleh sebagian pembaca novel rama mangun] dipertukarkan dan dipermainkan.
jadi,
membaca novel ini, bisa menemukan 2 lapis kisah: kisah yang dinarasikan di permukaan, itu yang pertama. tapi juga ada kisah lain, yakni kisah pertukaran identitas, yang disimbolkan oleh penggunaan nama, pemeranan tokoh yang semuanya bermuara pada kesimpulan bahwa revolusi indonesia adalah pengalaman kultural yang dahsyat. mengubah sampai ke lapis-lapis dasar struktur identitas kita. karena itu, demikian pesan yang saya tangkap lewat strategi berkisah rama mangun ini: hargailah nation indonesia yang sudah terbentuk sebagi buah revolusi tadi.

sampai di sini saya tertegun.
indah sekali cara rama mangun menyampaikan pesannya!
terima kasih rama…

[terbayanglah cara boris pasternak menggarap problem kultural yang sama: revolusi bolzhevik dalam doktor zhivagonya]