Posts Tagged ‘photography’

jokowi memang beda

jokowi 1 jokowi 2
majalah TEMPO menyajikan foto bagus tentang jokowi.
foto ini diambil ketika beliau sedang menunggu proses perbaikan tanggul KANAL BANJIR BARAT di daerah latuharhari, jakarta.
fotonya dengan jitu menemukan momen ketika orang beliau sedang cemas, geregetan, dengan sikap badan jongkok.

sikap ini tergolong “ndesa”, karena tidak memedulikan jabatan dan posisi sosialnya.
beliau mengistirahatkan badan dengan jongkok di tempat. bukan duduk di tempat yang bersih atau pantas.
spontan ia merendahkan badan di tempat ia berdiri.

sikap ini berbeda dari orang-orang lain di situ.
lihatlah,
hanya beliau yang melakukannya.
mungkin beliau memang berbeda dari orang-orang yang sama-sama berada di tempat yang sama.
karena berbeda itulah maka beliau menjadi sasaran kamera wartawan.

momen ini berharga, karena dalam waktu yang mungkin sebentar, memperlihatkan perbedaan kultur antara beliau dengan orang-orang lain di sekitarnya.

foto dan privacy

fotografer yang sedang dipamerkan lagi karya-karyanya di BENTARA BUDAYA YOGYAKARTA, adalah seorang pribumi rendahan [terbukti dari nama baptis yang menggunakan nama yahudi :CEPHAS, bukan nama latinnya: PETRUS] dengan kamera di tangan bisa melihat isi tempat tinggal junjungannya.
kamera telah mengubah status sosialnya!

kamera membuat tembok2 tinggi kraton yang melindungi privacy itu serasa gak berarti, karena begitu foto dicetak dan diterbitkan di majalah atau di pameran, maka semua orang jadi tahu isi ruang yang terlindungi kokoh oleh benteng tebal itu, tanpa harus merubuhkannya.

‎[memamerkan ke publik suatu benda yang dilindungi privacy akan membuat juru kunci kehilangan arti. demikian pula karcis gak dibutuhkan lagi.]

tillema dan air bersih

Een propagandist van het zuiverste water: H.F. Tillema (1870-1952) en de fotografie van tempo doeloeEen propagandist van het zuiverste water: H.F. Tillema (1870-1952) en de fotografie van tempo doeloe by Ewald Vanvugt
My rating: 4 of 5 stars

ini buku lama, saya membacanya di perpustakaan erasmus huis jakarta, yang membolehkan saya membuat fotokopinya.
meski sudah lama, tapi terasa masih baru bila menimbang bingkai yang dipakai untuk mengulas seorang pribadi historis dan sepak terjangnya.

buku ini mengulas peran media, dalam hal ini fotografi, dalam membangun citra tentang rakyat dan tanah jajahan. fotografi ini telah dimainkan dengan bagus oleh seorang apoteker yang juga anggota dewan kota semarang, h.f. tillema.
foto-fotonya luar biasa banyak dan bermutu.
mutu yang dimaksud adalah kandungannya yang sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu antropologi maupun arsitektur.

tillema, yang kaya raya berkat usahanya sebagai apoteker yang jualan air mineral, tahu bahwa masalah higiene adalah perkara yang bisa diduitkan. ia jual air murni [yang dijadikan judul buku ini “zuiverste water“] sambil keliling ke sana-sini, ke antero nusantara dengan kamera kerudungnya. memotreti hunian dan penghuninya untuk merekam tingkat higiene mereka.

bersih dan kotor, suatu kategori yang luwes dan sering kolonialistik [pribumi kotor, orang eropa bersih] bekerja dalam mengendalikan seleksi fotonya berikut analisisnya. foto-foto tentang hunian tradisional di nusantara ini jadi rujukan buku-buku arsitektut tradisional di tahun-tahun sesudahnya saking lengkapnya.
ia menerbitkan sendiri bukunya -magnum opus- yang diberinya judul KROMOBLANDA. lima jilid dan dicetak tidak lebih dari 10 biji untuk diberikan ke beberapa perpustakaan di dunia waktu itu.
di itb hanya ada fotokopinya. di univ. tarumanegara sepertinya ada satu kopi aslinya.
saya tidak tahu di mana yang lainnya.

vanvugt dalam buku ini mendudukkan tillema, jasa dan dampak dari buku serta foto-fotonya pada pelanggengan ketergantungan intelektual indonesia pada karya-karyanya. media adalah sarana kolonialisasi modern!

[lebih jauh mengenai tillema silakan klik link berikut ini http://www.inghist.nl/Onderzoek/Projecten/BWN/lemmata/bwn5/tillema]