Posts Tagged ‘sakura’

merayakan kesementaraan

orang yang hidup di sekitar bunga #sakura, tentunya sanggup belajar mengenai kesementaraan hidup ini.
itukah sebabnya orang2 di sekitar bunga #sakura sini bersedia bekerja keras merebut prestasi dari dekapan kesewenangan waktu?
berbeda dari para pendiri candi dan piramida yg terpesona oleh kelanggengan, orang sekitar #sakura sini merayakan kesementaraan
monumen2 di sekitar #sakura sini sifatnya sementara, dibuat dr bahan organik dan tdk berpretensi utk berumur ribuan tahun
hasrat orang di sekitar #sakura sini, utk memimpikan keabadian dicegah oleh keadaan alamnya
tidak mungkin membangun monumen yg awet dari goyangan gempa di negeri #sakura
teknologi maju di negeri #sakura tdk utk bikin bangunan yg kaku kuat ketika digoyang gempa, mrk pilih bertahan dng bergoyang bersama.
dengan ikut bergoyang bersama gempa, orang di negeri #sakura bisa bertahan. misalkan bangunan rusak, mrk bisa bangun ulang.
BERTAHAN di negeri #sakura, berarti luwes: BISA BANGUN sehabis rebah. pantang menyerah!
hari ini carang2 #sakura terlihat mati. tapi tunggulah nanti, janji alam biasanya ditepati. pada waktunya nanti akan berbunga kembali.

berani berharap di masa sengsara

menurut kalender gerejawi, hari-hari ini berada dalam minggu sengsara pertama.
di saat yang sama, kami dicekam oleh berita dari media mengenai radiasi nuklir yang disebarkan dari reaktor yang bocor di fukushima.

ini adalah “minggu-minggu sengsara” yg mendalam bagi kami di sini. semoga kami masih diberi kesempatan merayakan “kebangkitan” bersama mekarnya bunga-bunga sakura di taman-taman kota…
kami mohon…

ini bukan lagi masa sengsara dalam arti simbolik agamawi, namun masa sengsara yang nyata bagi kami. memang bukan sengsara dalam arti langsung mengenai tubuh, namun masa sengsara dalam arti prihatin terhadap perkembangan yang memburuk di lokasi bencana.

pikiran kami mengikuti perkembangan berita.
bila menerima berita bagus, kami bersuka.
bila menerima berita dua, kami pun ikut berduka.

orang-orang jepang tidak memperlihatkan reaksi yang ekstrim panik berkenaan dengan perkembangan ini. meski mereka tidak bisa menyembunyikan kegelisahan ketika di mana-mana terlihat mereka mengikuti perkembangan berita dari NHK.

di beberapa kota sudah ada gejala berkurangnya pasokan bahan-bahan pokok. bahkan di region kansai yang jauh di barat selatan pun [kobe, kyoto dan osaka] hampir semua department store kehabisan beras, air, ramen dan makanan kaleng. juga di toyohashi, department store JUSCO juga dilaporkan teman kehabisan komoditas tadi. menurut cerita versi teman saya yang sudah lama tinggal di osaka, berkurangnya pasokan itu bukan karena pembelian dari konsumen tapi memang pasokannya dikurangi pemerintah untuk disalurkan ke daerah bencana. meski pun saya tidak terlalu percaya, tapi semoga itu benar.

tadi pagi seorang jepang yang sedang tinggal di jawa, menuliskan di status facebooknya:

semoga semua orang di jepang akan bisa nikmati bunga SAKURA pada april nanti…seperti tahun kemaren.

suatu pernyataan yang mengandung harapan dan kepercayaan, yang membuat saya ingin menuliskannya di sini juga.

berani untuk berharap!