Posts Tagged ‘space’

pager payung

barusan pulang dari mengantar tamu, prof. hideo izumida dari toyohashi university of technology, jepang.

dia ingin melihat kembali beberapa masjid -yang pernah diketahuinya- setelah setahun kena gempa. kami hanya memotreti masjid-masjid itu. bila kemaren dia berkeliling ke masjid-masjid pathok negara dan kraton, maka tadi pagi kami antar ke masjid di girilaya dan banyusumurup.

girilaya adalah tempat yang mengesankan. permakaman di sini dibiarkan terbuka tanpa atap. berbeda dari makam-makam kerajaan yang lain seperti kotagede dan imagiri. permakaman di girilaya itu membiarkan nisan terbuka tanpa atap atau cungkup yang melindunginya.

karena tanpa atap maka yang bicara adalah komposisi bidang lantai dan dinding. hal yang segera mengingatkan saya pada konsep maclaine pont tentang arsitektur jawa: yakni sebagai komposisi halaman-halaman.

maclaine pont menamakannya sebagai ‘omwallingsarchitectuur“. dan ini nampak jelas pada permakaman di girilaya. halaman-halaman itu ditata hirarkhis untuk memberi tempat pada deretan nisan. kadang nisan-nisan itu ditudungi oleh payung-payung dari peziarahnya.

ini mungkin tindakan alamiah di kawasan tropik lembab seperti di jawa ini. dari situ lompatan untuk membuat arsitektur yang berupa bale [struktur terbuka, beratap tanpa dinding] dimungkinkan. jadi, arsitektur yang muncul adalah serupa payung-payung yang ditancapkan di atas peninggian tanah dengan tembok keliling yang mengitari dan membatasinya dari area di luarnya.

1 2