Posts Tagged ‘sumba’

ikatan di rumah sumba

memang pada dasarnya semua sistem sambungan di struktur rumah sumba adalah portal, kecuali untuk atap. struktur atap mengandalkan ikatan, baik ikatan dari alang-alang penutup atap ke rangka bambu maupun rangka bambu itu ke struktur utama rumah yang berupa komposisi empat buah portal yang membentuk semacam sakaguru dalam struktur rumah jawa.

berbeda dari saka guru jawa yang terbangun dari empat tiang dengan pengakuan di kapitalnya [ jadi, keempatnya membentuk satu kesatuan yang solid], sistem atap sumba itu terjadi dari dua pasang portal yang ditumpangi oleh dua pasang portal lain.

portal-portal ini mendapatkan kekakuannya dengan sambungan-sambungannya mengandalkan pen atau pasak. bukan dengan ikatan. benar bahwa kontribusi ikatan dalam struktur rumah [selain atap ] sekadar supaya tidak lari.

sistem struktur yang sangat sederhana ini [portal] berkaitan dengan tidak dikenalnya alat pertukangan selain parang dan kampak. tidak ada gergaji, pasah, pahat sehingga kesan rustic nampak kuat, seperti halnya mereka memperlakukan batu-batu besarnya. menurut catatan, orang sumba mengenal logam baru belakangan ketika portugis mampir ke sana! [secara arkeologis memang ditemukan nekara logam di melolo, sumba timur, yang bentuk dan ornamennya mirip dengan tradisi dongson].

tamu untuk tamu umbu ndjaka

laporan berikut ini dari rudolf umbu loly yang dikirim via sms.

19:36
sekarang jenazah tamu umbu ndjaka almarhum mau dimasukkan dalam peti jenazah setelah selesai prosesi adat. hari sabtu depan jenazah akan “pindah rumah”. yakni, pindah ke rumah di depan

[selama ini umbu dan keluarga tinggal di rumah belakang, sedangkan rumah adat yang di depan dipergunakan hanya untuk keperluan adat. ketika saya datang 3 tahun lalu, di rumah depan itu masih bersemayam jenasah salah satu keluarga mereka dalam peti dibalut tenun ikat sumba berlapis-lapis. MM]

tamu terlihat banyak sekali. sebelum jenazah tamu umbu ndjaka dimasukkan peti, ada upacara dengan menyembelih kuda sebagai lambang bahwa telah selesai tahap tadi. kuda juga bisa diartikan sebagai tunggangan almarhum

[selama hidupnya, tamu umbu ndjaka adalah jagoan berburu dengan mengendarai kuda. kakinya pincang juga gara-gara berburu dengan kuda itu. MM].

20:08
jenazah tamu umbu sudah berada dalam peti. tidak ada tangisan. justru hening sekali. waktu beliau meninggal, sekitar rumah beliau mendung dan kemudian hujan selama kira-kira 2 jam. yang melayat [WALLA] setiap harinya banyak. umbu manna mengeluh karena tidak sempat kenal tamu yang datang karena terlalu cepat tamu datang dan pergi.
tamu-tamu itu datang berombongan [minimal 10 orang tiap rombongan] dan keluarga hanya bisa mencatat nama pimpinan rombongan beserta kain serta babi yang disumbangkannya.

prailiu

[catatan lapangan ini pernah dimuat di lihatlah.wordpress.com lalu saya pindah ke sini, untuk mengenang orang yang sangat kami hormati: tamu umbu ndjaka]

prailiu berada sekitar 4 km dari kambajawa [benang-jawa], tempat tinggal sahabat kami, rudi [rudolf umbu loly].
kampung raja ini sekarang sudah kehilangan lapangan desanya: dibelah oleh jalan beraspal dari stadion menuju bandara mau hau. desa ini sering dikunjungi turis maupun peneliti. antropolog, musikus, perupa [dan yang belum adalah arsitek], utamanya berkenaan dengan tradisi tenun ikat sumba timur yang tersohor.
beberapa makam raja masih terlihat di tengah [bekas] lapangan desa. di dekat rumah tamu umbu ada sebuah pohon beringin yang di bawahnya terdapat batu-batu besar berukir: kakaktua, buaya, babi, kura-kura, kuda, ayam…
di rumah itu tinggal rambu margaretha [istri dari tamu umbu ndjaka] yang punya anak 8 orang dan semuanya kuliah di yogya: AMPTA, JANABADRA, UGM [pertanian, kehutanan], AMIKOM. rumah umbu ndjaka inilah yang paling sering didatangi tamu berhubung pengetahuannya yang luas di bidang kebudayaan sumba.

di rumahnya kami menonton video pemakaman raja di rende. wafatnya raja rende dihadiri oleh banyak keluarga, termasuk utusan dari kampung raja.
sebelumnya kami mengunjungi rumah raja, rumah dari tamu umbu pingiay [sekarang camat pandaway]. di rumah itu kami diterima oleh pak david panjara, wakil RW.



rumah raja ini bermodul 250 cm memanjang 6 trave dan melebar 4 trave. ruang depan, serupa teras [istilah setempat: bangga] selebar 250. bangga di ujung-ujungnya ditinggikan 15 cm untuk duduk raja maupun tuan rumah. tinggi bangga dari tanah sekitar 100cm dan dari bangga ke lantai rumah naik 60 cm.
interior lantainya juga ditinggikan di sisi-sisinya sekitar 15 cm untuk tidur perempuan atau tamu. lantai ini ditopang oleh struktur balok induk dan balok anak dengan jarak sekitar 60cm. balok-balok ini ditopang langsung oleh tiang-tiang utama. tiang utama ditanam dalam tanah tanpa pondasi dan menjulang hingga ke atap sehingga tiang ini menopang beban atap maupun lantai.
rumah raja menghadap timur. arah ini bukan orientasi utama karena yang penting setiap rumah menghadap lapangan desa yang di tengahnya terdapat makam raja-raja.

tamu umbu ndjaka

tamu umbu ndjaka dan rambu etaini adalah nama orang besar di sumba timur. tepatnya di waingapu, di kampung raja atau desa prailiu.
saya mengenalnya 3 tahun lalu ketika belajar arsitektur sumba, dan pernah ditinggal pergi karena saya tidak datang tepat waktu ketika janjian ketemu.
dia orang besar, meski jalannya pincang dan badannya sedang-sedang saja. tapi semua orang di sana hormat padanya. caranya bicara sangat mengesankan, yang dari pertemuan dengannyalah saya sadar bahwa kepemimpinan itu bisa jadi memang masalah bakat. tidak semua orang diberi karuniaNYA.
orang ini dikaruniai penampilan sangat kharismatik.
orang yang pernah ke sumba timur pasti mengenalnya. demikian pula dengan istrinya –rambu eta– yang juga terkenal karena sudah berkeliling ke berbagai kota besar di indonesia untuk memopulerkan tenun sumba yang luar biasa itu.
hari ini, pagi tadi, tamu umbu ndjaka telah dipanggil kembali tuhan.
semoga keluarganya [umbu manna, kakak dan adik-adiknya] tabah melalui proses ini.

sabana

semingguan saya di sumba, tapi tanpa membawa puisi-puisi dia: umbu landu paranggi [bukan parangi, sebab menurut rekan saya –rudi umbu loly– nama orang sumba yang belakangnya pakai ng jarang yang kemudian disusul oleh huruf hidup]. umbu landu paranggi adalah orang sumba yang namanya harum di yogya, juga di seantero indonesia.

beberapa hari ini namanya dibangkitkan lagi di milis leokristi. milis yang semula untuk para penggemar leokristi itu kini juga digunakan untuk mengapresiasi karya-karya musik dengan lirik sastrawi. termasuk puisi-puisi “presiden malioboro” ini.

perkenankan saya memuat sebuah puisi beliau yang konon sekarang bermukim di bali ini

SABANA

memburu fajar
yang mengusir bayang-bayangku
menghadang senja
yang memanggil petualang

sabana sunyi
di sini hidupku
sebuah gitar tua
seorang lelaki berkuda

sabana tandus
mainkan laguku
harum nafas bunda
seorang gembala berpacu

lapar dan dahaga
kemarau yang kurindu
dibakar matahari
hela jiwaku risau
kerna kumau lebih cinta
hujan aku ke gigir cakrawala