posts tagged ‘takpala’

tektonika arsitektur

ada rekan yang ingin membicarakan arsitektur tektonik. keinginan itu perlu diluruskan. mungkin yang hendak dilakukan adalah membicarakan arsitektur dari aspek tektoniknya, segi bangun-membangunnya. karena kita tahu bahwa arsitektur bisa dibicarakan dari berbagai jurusan. jadi, rasanya kita hendak membicarakan aspek tektonika dari arsitektur. apakah pembicaraan dari arah ini bakalan produktif? kenneth frampton sudah memulainya, dengan melanjutkan [...]

read the rest of this entry »

gempa di rumah gudang

martinus berkisah mengenai rumahnya yang dilanda gempa tahun 2004 silam. menurut berita memang seluruh alor bergoyang. juga rumah-rumah di takpala. ada pula yang roboh, teronggok ke bawah, mendarat di tanah tanpa dapat disangga oleh keempat tiang utamanya. rumah di takpala adalah rumah panggung dengan empat atau enam tiang. keempat tiang utama dari ‘kayu merah’ berdiameter [...]

read the rest of this entry »

sirih pinang

orang jawa, khususnya di daerah surakarta dan sekitarnya, punya sinonim bagi sirih. nama yang dikenakan pada tanaman merambat yang berkhasiat antiseptik [pembunuh kuman] ini juga dikenal di daerah itu dengan nama sedhah. mungkin kata ini diambil dari bahasa jawa kuna, yang selain menjadi sinonim dari sirih atau suruh, juga kata sedhah ini bermakna undangan. tidak [...]

read the rest of this entry »

berbincang lama dengan timoteus lanma

orangnya sedang tidur siang, ketika saya menghampiri pondoknya di takpala. pondok itu berupa rumah panggung beruang tunggal. berdinding gedeg dengan atap alang yang puncaknya diikat menjulang. berbagai perlengkapan lelaki abui berserak di sekitar tempat tidurnya: perlengkapan sirih pinang, panah dan busurnya, parang, kain-kain ikat yang dijadikan selimut di ruang yang terbuka di satu sisinya itu. [...]

read the rest of this entry »

welkom, welcome… dan industri wisata..

saya ke desa takpala tidak untuk berwisata. ini sekadar “mampir minum”, yang dalam kiasan jawa dimaknai sebagai kegiatan yang hanya berlangsung sebentar. karena itu saya lebih banyak ngobrol dengan penduduk desanya. begitu banyak perbedaan di antara kami, justru ketika kami bisa menjalin hubungan yang didasarkan kesamaan sarana komunikasinya: bahasa indonesia. bahasa indonesia menjadi penyatu kami. [...]

read the rest of this entry »