Posts Tagged ‘writing’

sulit menulis

what’s wrong with me?
why i am waiting for so long to put even a single word on my paper?

“because words are made of tears”

coelho

some books refuse to be written

there are some books that refuse to be written. they stand their ground year after year and will not be persuaded. it isn’t because the book is not there and worth being written—it is only because the right form of the story does not present itself. there is only one right form for a story and if you fail to find that form the story will not tell itself.

MARK TWAIN

read…read…read…

Read, read, read.
Read everything–trash, classics, good and bad, and see how they do it.
Just like a carpenter who works as an apprentice and studies the most.
Read!
You’ll absorb it. Then write.
If it is good, you’ll find out. If it’s not, throw it out the window.

WILLIAM FAULKNER

http://www.advicetowriters.com/home/2010/11/20/read-read-read.html

diminta memberikan diri

menulis itu kegiatan yang saya jalani dengan jatuh bangun.
saya bukanlah penulis, meski pun pekerjaan saya meminta untuk justru harus banyak menulis. saya menjalani kegiatan itu dengan derita, meski juga mendatangkan kelegaan sesudahnya.

tidak mudah untuk menyendiri, mengucil dari berbagai rangsangan indera [itu dia ternyata soalnya]. menulis itu seperti tindakan heroik untuk hanya melulu sendirian dengan teks yang saya hadapi.

beda lagi dengan nasihat rekan saya ketika malam-malam saya merasa buntu tidak bisa melanjutkan tulisan yang harus buru-buru dikerjakan. selain dibutuhkan kerelaan untuk menyendiri, dia mengaku bahwa tuhan begitu baik padanya sehingga ia dikaruniai kemudahan dan kelancaran dalam menulis. namun demikian, itu pun tidak mudah baginya. ia butuh mengondisikan diri sebelum memulai mengolah karakter tokoh novelnya: mandi, membersihkan kamar dan mengharumkan badan dengan parfum.

saya paham dengan situasi itu. menulis itu seperti seorang ibu yang harus melahirkan anak, buah tubuhnya. ada rasa kehilangan yang besaar… meski sesudahnya mendatangkan bahagia. karenanya, si penulis membutuhkan saat-saat untuk memanjakan diri agar siap untuk diminta memberikan diri.

derita itu yang sedang saya hadapi tanpa bisa diingkari.

1 2