LOGO


 
PENJELASAN LOGO DI SINI MERUPAKAN REKA-ULANG DARI ANTARA LOGO YG BISA DITEMUKAN KEMBALI ARSIPNYA.

logo dari FORUM KEMANUSIAAN DAN PERSAUDARAAN INDONESIA ini dibuat ketika bencana gelombang tsunami melanda aceh dan sekitarnya [2004, disahkan di surakarta].
gagasan awalnya adalah membuat suatu ungkapan visual mengenai gelombang solidaritas suatu forum yang berasal dari sekumpulan orang dari berbagai latar belakang. forum ini disimbolkan dengan lingkaran, yang berpusatkan darinya keluarlah gelombang gerakan yang membentuk secara samar-samar huruf "fkp".
garis horisontal putih selain membentuk komponen huruf "f" juga merujuk pada garis ekuator kawasan tropik tempat terjadinya forum dan gerakannya ini.
garis vertikal biru sebagai komponen huruf "p" menjadi bagian dari gambar pohon kelapa yang sekali lagi merujuk pada lokalitas tropik tadi. warna biru dipilih sebagai warna perdamaian.

   

logo untuk seminar dan workshop RELIGIONS: RESOURCE FOR PEACE yang diselenggarakan oleh fakultas teologia universitas kristen duta wacana, persekutuan gereja-gereja di indonesia dan mission-21 basel, swiss.

gagasannya berawal dari pola gunungan yang tertera pada lamak. pola gunungan [juga disebut wukiran atau ukiran] ini mengandung konsep kesucian. empat buah gunungan yang melambangkan keempat penjuru dunia dihimpunkan membentuk semacam piramida [salah satu geometri yang sering diasosiasikan sebagai gunung buatan].

gunung buatan yang dibangun di atas piringan cakrawala ini ditimpa cahaya dari atas yang menerangi kesemuanya.

logo dies natalis ke 42 duta wacana.
gagasan dikembangkan dari gambar "samir" seperti yang dikenakan oleh abdi dalem di keraton jawa, atau stolla sebagaimana dikenakan oleh para petugas dalam menjalankan tugas peribadatan.

stolla yang serupa selendang itu dibelit-belitkan hingga membentuk stilisasi angka 42. hendak dinampakkan dinamika yang berpusar dan memancar dari tengah pusarannya.

konsisten dengan ini, para panitia perhelatan dies natalis juga diminta mengenakan samir ketika mereka harus bertugas menjalankan kepanitiaan itu.

.| back to index| back to publications |