KAJIAN KATEGORI OBJEK BUDAYA YOGYAKARTA UNTUK JOGJASIANA

Budi Susanto S.Kom, MT; Umi Proboyekti, S.Kom, MLIS
PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG PERPUSTAKAAN - BPAD YOGYAKARTA 2014

ABSTRAK
Berbagai warisan budaya Yogyakarta merupakan koleksi unik yang menjadi target untuk dikoleksi dan dipromosikan kepada masyarakat. Didasari pada program serah-simpan karya rekam karya cetak tentang Yogyakarta, didang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan BPAD DIY mendayagunakan dan meluaskan koleksi konten lokal Yogyakarta yang disebut Yogyasiana. Yogyasiana adalah semua tentang Yogyakarta. Warisan budaya Yogyakarta adalah bagian dari Yogyasiana. Warisan budaya dapat berupa buku, karya sastra, resep masakan, hasil kerajinan, tokoh, bangunan peninggalan sejarah, lagu daerah, lagu kontemporer, tari dan lukisan. Objek-objek warisan budaya yang demikian beragam, dalam rangka menyajikannya dengan bantuan teknologi informasi membutuhkan pengelompokan objek budaya. Pengelompokan objek budaya ini akan mendukung penyimpanan, penemuan kembali dan penyajian informasi.
Kajian ini menghasilkan kategori-kategori yang didasari dari tesaurus SKOS UNESCO secara khusus pada subjek domain kebudayaan atau culture. Kategori yang berstruktur dua tingkat : kategori dan sub kategori juga mengacu pada beberapa contoh dari kumpulan objek budaya lain seperti Europeana, Portal Budaya SAARCH, dan Digital Public Library of America. Beberapa kategori berasal dari subjek domain lain di SKOS UNECO untuk dapat mengkategorikan objek-objek budaya yang ditemukan lewat pengamatan dan studi pustaka.
Proses penyusunan kategori menghasilkan beberapa rekomendasi program untuk mewujudkan pendayagunaan objek-objek budaya Yogyakarta dengan dukungan teknologi informasi, secara khusus semantic web.


1.1. Latar Belakang
Bidang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan BPAD DIY adalah bidang yang bertanggung jawab untuk melakukan, salah satunya, deposit karya-karya Yogyakarta. Karya oleh orang Yogyakarta atau tentang Yogyakarta. Dalam hal ini terutama semua yang berkaitan dengan Yogyakarta, baik hasil budaya maupun karya lain yang dilahirkan di Yogyakarta atau tentang Yogyakarta. Semua tentang Yogyakarta adalah pengetahuan/kearifan lokal Yogyakarta yang patut untuk dikenal dan disebarluaskan, kepada masyarakat Yogyakarta dan dunia. Penggalangan karya tentang Yogyakarta sudah menjadi program rutin yang dilakukan oleh Sub Bidang Deposit dan Pengolahan Bahan Pustaka. Penggalanan karya tentang Yogyakarta didasari oleh Undang-undang nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam. Karya-karya tentang Yogyakarta kemudian dinamai Yogyasiana.
Program Yogyasiana adalah program yang menyajikan koleksi tentang Yogyakarta dalam berbagai bentuk dan format seperti misalnya buku, karya sastra, resep masakan, hasil kerajinan, tokoh, laporan potensi daerah, bangunan peninggalan sejarah, lagu daerah, lagu kontemporer, tari dan lukisan. Penyajian yang memungkinkan menyebarluaskan kepada masyarakat umum dan Yogyakarta adalah dengan dukungan teknologi informasi pada medium Internet. Menyajikan objek yang beragam dalam format digital memberi tantangan sendiri karena mesin perlu dibantu untuk dapat membantu pengguna untuk mendapatkan apa yang dicari dan apa yang perlu disajikan. Objek budaya yang didigitalkan perlu untuk dilengkapi dengan deskripsi yang sesuai dengan standar yang diakui internasional. Standar ini akan memudahkan mesin mengenali dan selain itu memungkinkan penyebaran lebih luas karena pihak lain dapat membantu penyebaran karena standar yang digunakan dikenali.
Dalam rangka menuju Yogyasiana yang koleksinya siap diakses dimanapun juga dan tersebar dengan mudah, langkah pertama adalah melakukan kajian terhadap kategori objek budaya yang akan menjadi koleksi Yogyasiana.
1.2. Rumusan Masalah
Fokus dari kajian ini adalah merekomendasikan kategori-kategori untuk projek Yogyasiana.
1.3. Batasan Masalah
a) Jenis objek budaya didasari pada studi pustaka dan pengamatan.
b) Dalam menentukan objek budaya Yogyakarta, tidak dipertimbangkan secara khusus format fisik dari karya tersebut : tercetak, atau digital. Kategori yang akan dihasilkan mengacu pada kategori informasi objeknya.
1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan dari kajian ini adalah menghasilkan serangkaian kategori sebagai rekomendasi untuk projek Yogyasiana.

1.5. Metode Kajian
Pengamatan Langsung
Pengamatan dilakukan pada Europeana, Digital Public Library of America (DPLA), South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) Culture Centre, TROVE National Library of Australia, Culture Collage, Batavia Digital dalam menyusun kategori. Pengamatan pada kategori dan sub kategori serta objek-objek dalam kategori. Sumber informasi dan cara penyajian informasi tiap objek dan kategori juga menjadi fokus pengamatan.
Pengamatan pada Simple Knowledge Organization System (SKOS) UNESCO fokus pada hirarki tesaurus pada CULTURE untuk mendapatkan controlled vocabulary. Dengan memperhatikan temuan dari hasil studi pustaka tentang Yogyakarta, entri pada tesaurus dipilih untuk mewakili kategori objek budaya.

Akses Penuh Fulltext


09 May, 2016 | othie
« Prev item - Next Item »
---------------------------------------------

Comments


No comments yet. You can be the first!


Leave comment

This item is closed, it's not possible to add new comments to it or to vote on it

© 2007 yoursite.com | Designed by DesignsByDarren
Ported to Nucleus CMS: Suvoroff