Penulisan Karya Ilmiah

Menulis adalah kegiatan yang memberdayakan diri sendiri dan orang lain. Karena ide, pemikiran, hal baru, sejarah, cerita dapat disampaikan kepada orang lain secara lebih luas melalui media tulisan. Penyebaran ide dan pemikiran ini makin terdukung penyebarannya melalui Internet.
Kesempatan besar untuk menyebarkan ide dan pemikiran perlu didukung dengan kemampuan menuliskan dan menyampaikan dalam bentuk tulisan secara baik. Itu artinya ide yang tertulis dapat ditangkap, dan dimengerti oleh audiens yang dituju.

Ide dan pemikiran yang dicurahkan dalam tulisan perlu ditetapkan tujuannya, baik tujuan menulis, dan kepada siapa tulisan ini ditujukan. Dengan demikian, penggunaan bahasa, istilah, dan ide yang akan disampaikan sesuai.

Mahasiswa selayaknya terlatih untuk menulis sejak sekolah dasar dan menengah. Bekal itu berguna di bangku kuliah ketika mereka dituntut melakukan analisis, dan berpikir kritis. Hasil pengamatan dan analisis kemudian dituangkan dalam tulisan yang bersifat ilmiah. Memang ada jenis tulisan yang tidak ilmiah,tetapi dalam kerangka akademik, mahasiswa diberdayakan untuk menulis karya tulis ilmiah.

Dalam proses menuliskan karya ilmiah beberapa hal yang sering kali menjadi tantangan besar adalah mendapatkan ide tulisan, menentukan permasalahan yang akan dianalisis dan diselesaikan, menggunakan istilah yang tepat, membangun kalimat dan memanfaatkan tampilan visual yang menyatu dengan tulisan.

Beberapa tips dalam penulisan karya ilmiah:
1. judul dapat ditentukan setelah karya selesai, judul tidak sama dengan topik atau permasalahan
2. permasalahan dibentuk secara mudah dalam bentuk kalimat tanya terbuka. Kalimat tanya terbuka adalah kalimat yang jawabannya penjelasan, bukan YA atau TIDAK
3. hindari kata-kata atau istilah-istilah bahasa daerah atau sehari-hari yang tidak baku
4. tanda kutip tidak sepatutnya digunakan dalam karya ilmiah
5. tanda kurung buka dan tutup selayaknya digunakan untuk singkatan atau menjelaskan kepanjangan dari singkatan
6. kesimpulan senantiasa berkaitan dengan permasalahan dan tidak mengandung kata sifat atau abstrak yang tidak terukur atau pasti
7. kata PENGARUH adalah kata yang besar dan mencakup semua segi, sebaiknya dihindari.
8. hindari kalimat majemuk yang bertingkat-tingkat yang menyesatkan pembaca karena kehilangan inti kalimat
9. gunakan istilah asing dengan benar
10. hindari plagiarisme. Ini harga mati.

Selain itu beberapa kesalahan bahasa yang sering terjadi adalah:
1. menggunakan kata MERUBAH alih-alih MENGUBAH. MERUBAH berasal dari kata RUBAH sehingga berarti: MENJADI RUBAH, padahal maksud penulis adalah MENGUBAH atau melakukan PERUBAHAN, dari kata UBAH
2. penggunaan kata depan dan imbuhan DI. DI yang diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat berarti penulisannya terpisah. Contoh : DI KAMPUS, DI TEMPAT, DI ANTARA. Sementara DI yang diikuti oleh kata kerja membentuk kata kerja penulisannya tersambun. Contoh: DIAMANKAN, DIDIAMKAN, DIPISAH, DIBIASAKAN.
3. membuat kata sendiri yang tidak diakui dalam aturan karya tulis ilmiah: didownload, diupload, diclick, dicopy-paste. Kata-kata ini banyak terpakai dalam percakapan sehari-hari, tapi bukan merupakan kata yang telah dibakukan menjadi kata bahasa Indonesia yang sah.





09 Jan, 2008 | othie
« Prev item - Next Item »
---------------------------------------------

Comments


No comments yet. You can be the first!


Leave comment

This item is closed, it's not possible to add new comments to it or to vote on it

© 2007 yoursite.com | Designed by DesignsByDarren
Ported to Nucleus CMS: Suvoroff