Tipe Dosen Pembimbing Skripsi

Anda sudah menonton video tentang 6 tipe dosen pembimbing skripsi di sini? Jika belum, silahkan ditonton dulu. Lucu dan menarik. Mungkin anda pernah merasakan dibimbing oleh salah satu tipe dosen pembimbing skripsi yang disebutkan di video itu? Atau jika anda dosen, mungkin ada yang cocok dengan anda?

Saya sendiri pernah beberapa kali membimbing skripsi. Pernah membimbing beberapa mahasiswa yang punya kemampuan dan karakter yang berbeda-beda. Prinsip-prinsip saya dalam membimbing skripsi adalah:

  • Penulisan harus sesuai aturan. Mulai dari sitasi, gambar, tabel. Kenapa? Karena ini adalah hal termudah. Aturan sudah jelas, bisa dibaca di buku panduan penulisan skripsi. Cukup mengikuti aturan saja.
  • Bimbingan terbaik adalah bimbingan yang dilakukan secara teratur.
  • Bimbingan hanya dilakukan di kampus, selama jam kerja, yang sudah saya tentukan setiap semesternya. Cukup sulit untuk bimbingan via email, karena selain perlu melihat perkembangan penulisan, saya juga perlu mengetahui perkembangan pemahaman dari mahasiswa bimbingan saya. Hal tersebut sulit diketahui jika melakukan bimbingan via email. Saya juga tidak ingin memberikan bimbingan di luar jam kerja.
  • Perkembangan skripsi sepenuhnya tanggung jawab mahasiswa, tugas saya sebagai dosen pembimbing hanya mengarahkan dan memberikan koreksi atau masukan.

Bagaimana menurut anda?

Read More

Jurnal Nasional Terakreditasi

Ada tanda-tanda pihak LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) di kampus saya bekerja akan menaikkan target publikasi dari penelitian menjadi minimal jurnal nasional terakreditasi.  Keputusan ini dapat disikapi secara positif, yaitu dapat menaikkan kemampuan menulis dosen-dosen, menaikkan nilai akreditasi program studi dan universitas, menaikkan “pamor” universitas dan beberapa hal-hal positif lainnya.

Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu dicermati dari kebijakan tersebut, salah satunya adalah mengenai jumlah jurnal nasional terakreditasi di bidang Informatika jumlahnya tidak banyak.  Berikut ini adalah daftar jurnal nasional terakreditasi (Informatika):

Karena jumlahnya tidak banyak, maka persaingannya tentu akan lebih ketat, jika dibandingkan dengan persaingan di jurnal nasional tidak terakreditasi.  Hal berikutnya yang perlu dicermati adalah kualitas penelitian umumnya berbanding lurus dengan dana yang disediakan.  Tentunya akan sulit jika dana yang disediakan tetap, tetapi berharap hasil yang lebih tinggi.

Read More

Kegiatan Administratif Penelitian

Tahun 2015 ini saya berhasil menyelesaikan dua penelitian, di tingkat Fakultas maupun di tingkat LPPM UKDW.  Saya ber-partner dengan rekan saya, Antonius R. C. dalam menyelesaikan kedua penelitian tersebut.  Seperti pada umumnya skema penelitian di Indonesia, kami diwajibkan untuk membuat proposal, membuat laporan perkembangan dan membuat laporan hasil penelitian.

Pembuatan laporan tersebut dapat dimasukkan dalam kegiatan administratif.  Selain menuliskan hasil penelitian, kami juga harus membuat laporan keuangan.  Setiap nota pengeluaran harus di-scan.  Seluruh pengeluaran harus dihitung dan harus ada buktinya (akuntabel).  Menurut saya pribadi, bagian administratif ini adalah bagian yang paling tidak enak dari serangkaian kegiatan penelitian.

Saya sendiri sebenarnya menginginkan kegiatan ini menjadi kegiatan berbasis output, artinya cukup dengan menunjukkan bukti publikasi (jurnal, prosiding atau media publikasi lainnya) maka penelitian dianggap sudah dilaporkan dan dianggap selesai.  Bukankah salah satu ujung yang diharapkan dari penelitian adalah publikasi?

Untuk tahun ini, kedua penelitian kami tersebut berhasil dipublikasikan di jurnal nasional yang tidak terakreditasi.  Sebenarnya kami masih dalam tahap belajar, sehingga hasil publikasi ini sudah cukup menggembirakan.  Kami berharap di penelitian berikutnya bisa dipublikasikan di jurnal yang tingkatnya lebih tinggi.

Bagaimana dengan pengalaman anda melakukan penelitian?

Read More

Laporan Dari Acara Talent Scouting DIKTI 2015

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya sebelumnya.  Acara diisi oleh tiga orang pembicara yang berbeda, yaitu:

  1. Bapak Bambang Purnomo dari UGM (saya tidak tahu fakultas/program studinya), membicarakan mengenai sistem perkuliahan di luar negeri, yang memiliki beberapa perbedaan dengan sistem perkuliahan di Indonesia.  Beliau juga membahas mengenai mekanisme/alur pendaftaran jika ingin meneruskan studi di luar negeri.
  2. Bapak Edward dari ITB (beliau tidak sempat memperkenalkan diri secara lengkap), membicarakan mengenai tips dan trik dalam menyusun proposal.  Peserta Talent Scouting diminta mengumpulkan proposal penelitian untuk kemudian diberi masukan oleh beliau.
  3. Bapak Satya Candra Wibawa Sakti, penerima beasiswa DIKTI yang mengambil studi lanjut PhD di Hokkaido University.  Beliau menceritakan pengalamannya selama menempuh studi lanjut dengan beasiswa DIKTI di Hokkaido University, Jepang.

Secara umum ada banyak informasi yang baru saya ketahui dari acara ini, terutama mengenai kondisi budaya dan beberapa persyaratan tambahan di beberapa negara yang berbeda-beda.  Menurut saya, ini acara yang menarik dan berguna bagi anda yang berminat untuk melanjutkan studi di luar negeri, baik melalui jalur beasiswa DIKTI maupun beasiswa lainnya.

Read More

Talent Scouting DIKTI 2015

http://dikti.go.id/blog/2015/11/04/panggilan-talent-scouting-2015/
http://dikti.go.id/blog/2015/11/04/panggilan-talent-scouting-2015/

Hari ini DIKTI mengeluarkan pengumuman mengenai panggilan Talent Scouting 2015.  Proses pendaftarannya sendiri sudah berakhir tanggal 30 Oktober 2015. Saya kebetulan termasuk di dalam daftar peserta, dengan sentra Yogyakarta.  Ada beberapa sentra seperti Makassar, Surabaya, Batam, Yogyakarta, Bandung, Malang dan Jakarta.  Masing-masing sentra memiliki jadwal yang berbeda.  Untuk sentra Yogyakarta, dijadwalkan tanggal 18-19 November 2015 (dua hari) di Jogjakarta Plaza Hotel.  Daftar sentra dan jadwal lengkap dapat dilihat di sini.
Acaranya seperti apa? Saya sendiri belum tahu.  Pencarian dengan Google hanya menghasilkan halaman-halaman pengumuman DIKTI.  Hanya blog ini yang memberikan sedikit gambaran mengenai acara Talent Scouting:

Apa saja acaranya?
Acara biasanya terbagi dua. Bagian pertama terkait gambaran bagaimana melakukan studi di luat negeri. Kelebihan, manfaat, sistem studi pascasarjana di bernagai negara, hingga bagaimana membuat proposal riset yang baik, mencari supersivor,tatacara berhubungan (email) dengan supervisor, hingga tips dan trik melamar beasiswa Dikti.

Sedangkan bagian kedua adakah placement test bahasa Inggris. Placement testnya mirip IELTS, dan untuk mereka yang masih memiliki IELTS score yang berlaku sebesar minimal 6.5, tidak harus mengikuti,asal menunjukkan kopiannya. – (Kursniper)

Persyaratan yang harus dibawa saat acara:

  • Bukti cetak pendaftaran yang dilengkapi dengan nomor registrasi.  Untung saya sempat menyimpan tanda pendaftaran (dalam format PDF).  Untuk bisa mencetak bukti pendaftaran, harus login terlebih dahulu.  Tetapi login sudah tidak bisa dilakukan saat pendaftaran sudah ditutup.
  • Surat tugas dari pimpinan Perguruan Tinggi.
  • Sinopsis proposal penelitian.  Saya belum punya yang ini.  Sampai sejauh ini baru membaca beberapa hasil penelitian terkait dalam topik yang saya minati.  Untuk menyusun proposal, saya sendiri merasa belum siap.

Setelah mengikuti acara tersebut, saya akan menuliskan lagi di blog ini secara lebih detail apa saja isi acaranya. Stay tune :)

Update 6 November 2015

Saya mendapatkan kiriman jadwal acara Talent Scouting seperti berikut:

Jadwal Talent Scouting 2015
Jadwal Talent Scouting 2015

Read More